Waktu terus berjalan
Dan hati masih gelap tanpa tujuan
Sunyi akan harapan
Awam akan hidup dan kehidupan
Aku…
Masih ada dipelukan kasih Ibu
Yang belum aku temukan muarannya
Dunia fana lagi buta
Mencengkeram, menarik kedalam kenistaan
Menghiasi benak dengan angan-angan
Aku…
Masih didalam dekapan nasehat bijak
sang Ayah
Yang belum aku uraikan maknanya
Tak mengerti, dan enggan untuk memahami
Makna cinta keduanya
Aku…
Tak pernah tahu, dan sok.. tahu
Jiwaku kotor berdebu
Namun, kesabaran sang Ibu
Seperti badai yang menyapu
Larut aku dalam angan
Jauh menenggelamkanku pada kehancuran
Tapi, lambaian tangan kekar menarikku
Seorang Ayah…
Mensucikan nistaku dengan
kehormatannnya
Aku ada didalam pelukan kasih suci
Ibuku
Yang menanamkan benih cinta dihatiku
dengan doa-doanya
Aku ada didalam pelukan bijak Ayahku
Yang menumbuhkan kekuatan dengan
mutiara ucapannya
Pelukan cinta Ibu
Tak surut seperti laut
Nasehat kasih Ayah
Tak terbayar dengan harta kemewahan
Tapi aku, tak mengerti
Tak bisa pernah memahami
Tidak ada komentar:
Posting Komentar