Aku…
adalah pucuk hijau yang rapuh
Putih seperti kertas yang polos
Tak mengerti, tidak pula memahami
dan aku…
adalah pucuk hijau muda
Bersuka ria sebelum datang senja
Sebelum bungan tumbuh indah diatasku
Patah bila dipetik
Maka janganlah aku dipetik…!
Biarkan aku tumbuh meninggi
Menyambut hangatnya matahari
Pucuk hijau aku ini
Bila datang angin pagi
Maka… aku pun akan menari-nari
Mengikuti ajakan hati
Hariku masih pagi
Belum saatnya mengisi pikiran dengan
mimpi
Belum waktunya mewarnai hati
Aku akan tumbuh, melahirkan dahan-dahan
Dengan daun-daun yang rimbun
Aku
adalah pucuk hijau muda
Mudah terlena akan keindahan dunia
Layu bila tak disirami
Maka siramilah aku dengan keimanan
Pucuk hijau aku ini
Meliuk-liuk dihempas badai
Tak mengerti, belumlah aku pahami
Akan arti hidup disaat pagi
Aku biarkan parasit tumbuh didahanku
Bersahabat dengan ilalang yang terus
memanjang
Tanpa aku pikirkan
Bahwa mungkin aku akan jatuh dan
terbuang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar