Si kuntum bunga mekar sudah
Tunjukkan kelopaknya yang indah
Ia bernyanyi, berpuisi
Menari-nari dibawah awan pagi
Si kuntum bunga terpesona
Keindahan dunia yang ditatapnya
Tenggelam ia dalam kesenangan
Lupakan semua ketentuan
Terbuailah ia…
Jatuh dipelukan si kumbang tampan
Singkat cerita bungapun ternoda
Sang kumbang tampan
Tinggalkan ia didalam dosa
Nistapun diraihnya
Tersisi, terbuang sayang
Hancur dalam lumpur kenistaan
Sunyi hatinya
Sepi hidupnya
Menangisi apa yang tak kembali
Berteriak… memberontak…
Hancur pula si kuntum bunga
Menangis didalam jiwa yang teriris
Sia-sia dalam sesal tiada guna
Meratapi takdir dari hidupnya
Si bunga muda terjaga
Menanam harapan
Coba tuk lari dari kenyataan
Tapi disana
Semua menutup mata
Lidah menari-nari mencela
Semua tahu ketidakberdayaannya
Tapi mereka...
Tak ingin iba terbuang percuma
Tak ada uluran tangan yang diraihnya
Seolah tamparan yang menyakitkan
Si kuntum bunga
Inginkan dibelai jiwanya
Bukan dihardik dan dihina
Bunga yang malang
Bersimpuh memohon ampunan
Menangis penuh penyesalan
Dan mungkin
Tuhan mendengar Do’anya
Do’a tulus si kuntum bunga
Si kuntum bunga muda
Melayang diantara bintang-bintang
Jatuh terkubur dilain dunia
Terasing dikehampaan sunyi
Ah.... si kuntum bunga muda
Bersendirilah...
Menuju Alam Keabadian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar