Welcome to Pena Biru's Blog...

Jumat, 06 Desember 2013

Noda Si Kumtum Bunga

Si kuntum bunga mekar sudah
Tunjukkan kelopaknya yang indah
Ia bernyanyi, berpuisi
Menari-nari dibawah awan pagi

Si kuntum bunga terpesona
Keindahan dunia yang ditatapnya
Tenggelam ia dalam kesenangan
Lupakan semua ketentuan


Terbuailah ia…
Jatuh dipelukan si kumbang tampan

Singkat cerita bungapun ternoda
Sang kumbang tampan
Tinggalkan ia didalam dosa

Nistapun diraihnya
Tersisi, terbuang sayang
Hancur dalam lumpur kenistaan
Sunyi hatinya
Sepi hidupnya
Menangisi apa yang tak kembali
Berteriak… memberontak…

Hancur pula si kuntum bunga
Menangis didalam jiwa yang teriris
Sia-sia dalam sesal tiada guna
Meratapi takdir dari hidupnya

Si bunga muda terjaga
Menanam harapan
Coba tuk lari dari kenyataan

Tapi disana
Semua menutup mata
Lidah menari-nari mencela

Semua tahu ketidakberdayaannya
Tapi mereka...
Tak ingin iba terbuang percuma
Tak ada uluran tangan yang diraihnya
Seolah tamparan yang menyakitkan

Si kuntum bunga
Inginkan dibelai jiwanya
Bukan dihardik dan dihina

Bunga yang malang
Bersimpuh memohon ampunan
Menangis penuh penyesalan
Dan mungkin
Tuhan mendengar Do’anya
Do’a tulus si kuntum bunga

Si kuntum bunga muda
Melayang diantara bintang-bintang
Jatuh terkubur dilain dunia
Terasing dikehampaan sunyi

Ah.... si kuntum bunga muda
Bersendirilah...
Menuju Alam Keabadian

Tidak ada komentar:

Posting Komentar