Welcome to Pena Biru's Blog...

Minggu, 27 Oktober 2013

Karam diluka, Asapun Patah

Dua sayap bercengkrama

Memadu kasih, meneguk cinta
Dua sayap saling terpisah
Karam diluka, asapun patah

Bila pagi datang
Perlahan pasti menuju petang
Dan bila laut surut
Esok pasti menemui pasangnya

Bulan kesepian
Bila tanpa bintang-bintang
Bumi akan mati
Bila tanpa matahari
Seperti itulah takdirnya
Hukum Tuhan dalam kehidupan
Seperti itu pula takdirku
Berjalan bersama satu peraturan


Harus rela cinta terlepas
Jauh melayang tanpa batas
Hilang..
Terbang ke awang-awang

Seperti itu takdirku
Antara aku dengan dirinya
Dua sayap saling terpisah
Karam diluka, asapun patah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar