Matahari menanggalkan embun dari dedaunan
Sorak ramai burung-burung menambah gaduh
Segerombolan anak-anak berseragam
Berbaris ditengah lapang rerumputan hijau
Dari kejauhan sana
Seorang anak bergegas cepat
Menghampiri bocah diantara mereka
Berkatalah anak itu pada si bocah
Cepat pulang karena ayahmu akan berpulang
Serasa patah tulang belulangnya
Terkulai lemas tak berdaya
Senyum pahit terpancar dari bibir mungilnya
Menahan perih tercabik takdir
Tanpa kata…
Ia berlari seperti kuda pacuan
Menerjang, menghilang, dari bayangan
Dirumah sederhana
Manusia-manusia berkerumun
Menyaksikan peristiwa nyata dalam kehidupan
Ada yang berbisik-bisik
Ada juga tangis yang tersedu-sedan
Si bocah kecil terdiam
Dihadapannya terbaring jasad Ayahnya
Ia tersenyum, dijiwanya berkata
“Ia dapatkan apa yang ia
rindukan”
Pecah tangis si bocah kecil
Tak mampu berteriak, meski ingin berteriak
Ia pun berlalu meninggalkan tubuh yang terbaring kaku
Dikesunyian ia duduk termenung
Terdengar suara.. “aaaaaaaaahhh…”
Tangisnya belum berhenti
Dan mungkin takkan pernah berhenti
Hatinya berbisik
“ia kembali ke dalam pangkuan Tuhan”
Bocah kecil tak mampu menolak
Takdir memisahkannya dari sang Ayah
Mencoba ia untuk tegar
Namun jiwa muda, terus diwarnai tangis
Tubuhnya bergetar
Menyirami jasad itu dengan bunga-bunga setaman
Merelakan terkubur di pembariangan
Terasing, menantikan akhir jaman
Dalam diam ia berkata
Pergilah, itulah impian
indahmu kemarin
Engaku ranting rapuh, rindu
untuk jatuh
Kebesaran Allah mendekapmu
Memintamu kembali ada
disisi-Nya
Dan..
Kebebasan yang kau dambakan
Kini telah engkau dapatkan
Pergilah jalani perjalanan
pangjangmu
Wahai engkau pengelana baru
Pulanglah, rumahmu rindu
untuk kau isi
Janganlah takut karena kami anak-anakmu
Akan mengirimkan doa-doa pujian
Sebagai penawar lapar dan dahaga dalam perjalananmu
Lepaskan bebanmu disini
Pergilah dengan keringanan
Menantilah dengan
setulus-tulusnya harapan
Kami disini
Akan menyinari gelap kuburmu dengan Dzikir-dzikir
Dengan ayat-ayat suci yang Agung
Pulanglah sahabat lama
Menantilah dengan keikhlasan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar