Welcome to Pena Biru's Blog...

Minggu, 10 November 2013

Tersesat



Tanpa kebenaran berjalan
Kosong, hampa tanpa makna
Tersesat dijalan kehidupan
Dikesenangan nafsu setan

Biasa saja
Menimang angan-angan panjang
Butakan hati
Jauh dari kenyataan

Benaknya hampa
Mengapung seperti camar-camar
Jalan mudah ditempuh
Jauh terjerumus dijurang kehancuran


Hati gelap pekat
Tak mampu melihat
Yang baik dan yang jahat
Sama baginya halal maupun haram

Abaikan seruan Tuhan
Perintah-Nya pun ditinggalkan
Minumnya memabukkan
Penolongnya adalah dukun
Relakan jiwa untuk kesesatan
Untuk kekayaan
Untuk kesenangan nafsu setan

Hatinya dengki
Kesenangannya menyakiti
Menggunjing
Mengadu domba

Didalam kekufuran
Usia habis tersia-siakan
Menunggu datangnya kehancuran

Tak ada waktu untuk berwudhu
Menghadap Tuhan Yang Maha Esa

Sibukkan diri didalam dunia
Yang keji serta fana

Berjalan gontai tua muda
Menelusuri rimbanya Dunia Fana
Berlomba-lomba
Tentukan takdir didalam hidupnya
Tertawa-tawa
Lupakan semua dosa yang ada

Kasihan benar
Anak manusia dipermainkan dunia
Larut, karam didalam fitnahnya
Jadikan tempat abadinya dineraka
Jahanam yang sengsara

Duh… manusia
Tempat kembalinya kita adalah disurga
Bukan dikedalaman jurang neraka
Yang hina dan sengsara

Tapi kenapa..?
Duh manusia
Suka benar kemaksiatan
Perangkap setan menyesatkan

Dunia bukan rumah kita
Bukan dineraka tempat kembalinya manusia
Tapi….
Surgalah tempat kita
Tempat orang-orang saleh berada
Istana para Bidadari Syurga
Tempat yang bertaqwa
Kepada Tuhan Yang Maha Kuasa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar